Postingan

Penghinaan

Hukumnya Jika Saling Memaki di SMS dewisukma Kategori:Hukum Pidana Saudara saya mengatakan "pelacur" kepada orang yang dimaki, dan orang yang dimaki mengatakan "anjing" kepada saudara saya. Hal tersebut mereka lalukan melalui SMS. Orang tersebut berencana melaporkan saudara saya ke polisi. Bisakah saudara saya melaporkannya balik? Jawaban: Terima kasih atas pertanyaan Anda. Perkataan seperti 'hewan' atau perkataan kasar lainya yang saling dilontarkan saudara Anda kepada orang lain melalui tulisan dikategorikan sebagai tindak pidana penghinaan yang kepada pelakunya dapat dipidana berdasarkan Pasal 315 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (“KUHP”) : “Tiap-tiap penghinaan dengan sengaja yang tidak bersifat pencemaran atau pencemaran tertulis yang dilakukan terhadap seseorang, baik di muka umum dengan lisan atau tulisan, maupun di muka orang itu sendiri dengan lisan atau perbuatan, atau dengan surat yang dikirimkan atau diterimakan kepadanya...

Debu debu jalanan

Dengan kedua tangan ku ini ku angkat dirimu yang hina Dari debu debu jalanan ku sucikan dengan air cinta ku hiasi tubuh mu dengan gaun indah dan perhiasan agar semua menikah diri melihatmu lalu aku jadikan dirimu permaisyuri dalam hidupku ku curahkan debu belaka jiwaku diatas jiwamu itulah pengorbanan diriku dari harta çinta sampai raga agarkau kembali kejalanbenar jalan yang diridhoi Tuhan. Walaupun ayah serta ibuku tak merestui aku dengan Mu ku tinggalkan mereka berdua demi hidup untuk bersamamu Tapi mengapakah kini engkau pergi lari bersama dengan dia Aku tanamkan kesucian tapi kau balas kebaikan kuangkat dari lumpur yang hitam mengapa harus hitam lagi

Bekas pacar

Aku juga masih punya perasaan sama seperti dirimu Ingin cinta ingin kasih ingin sayang Sama juga seperti dirimu Tapi mengapa… tapi mengapa dirimu selalu Memandangku sebagai musuh Seakan kau tak pernah mengenal diriku Aku juga masih punya perasaan sama seperti dirimu Ingin cinta ingin kasih ingin sayang Sama juga seperti dirimu Kalau sudah tak cinta Kalau sudah tak sayang Janganlah kau katakan pada semua orang Janganlah kau katakan pada semua orang Tidak kah kau sadari biar jelek begini Tetapi aku masih bekas pacarmu juga Yang pernah kau cintai Yang pernah kau sayangi Biar sudah benci cukup di dalam hati

Guru Oemar Bakri

Tas hitam dari kulit buaya Selamat pagi berkata bapak Umar Bakri Ini hari aku rasa kopi nikmat sekali Tas hitam dari kulit buaya Mari kita pergi memberi pelajaran ilmu pasti Itu murid bengalmu mungkin sudah menunggu Laju sepeda kumbang dijalan berlubang Selalu begitu dari dulu waktu jaman Jepang Terkejut dia waktu mau masuk pintu gerbang Banyak polisi bawa senjata berwajah garang Bapak Umar Bakri kaget apa gerangan? “Berkelahi pak!” jawab murid seperti jagoan Bapak Umar Bakri takut bukan kepalang Itu sepeda butut dikebut lalu cabut kalang kabut (Bakri kentut) cepat pulang Busyet... standing dan terbang Umar Bakri Umar Bakri Pegawai negeri Umar Bakri Umar Bakri Empat puluh tahun mengabdi Jadi guru jujur berbakti memang makan hati Umar Bakri Umar Bakri Banyak ciptakan menteri Umar Bakri Profesor dokter insinyurpun jadi (Bikin otak orang seperti otak Habibie) Tapi mengapa gaji guru Umar Bakri Seperti dikebiri Bakri Bakri Kasihan amat loe jadi orang ...

Kado passolo

Tekku sannai naulalo riolo bolamu utiro sarapo nacceneri walasuji (reff) Makkutanaka laleng ati niga tau elo botting ritoddang bolana tau ripojikku Engkaka tenri undang mattiwi kado passolo elo pinessai bottingnge iko sappale nakenna Tekku sannai mellere assipojejingetta anri mubukeika sengereng mulao temma pesabbi.

Hidup di bui

Hidup di bui bagaikan burung Bangun pagi makan nasi jagung Tidur di ubin pikiran bingung Apa daya badanku terkurung Terompet pagi kita harus bangun Makan di antri nasinya jagung Tidur di ubin pikiran bingung Apa daya badanku terkurung Oh kawan dengar lagu ini Hidup di bui menyiksa diri Jangan sampai kawan mengalami Badan hidup terasa mati Apalagi penjara jaman perang Masih gemuk namun tinggal tulang Karena kerja secara paksa Tua muda turun ke sawah Oh kawan dengar lagu ini Hidup di bui menyiksa diri Jangan sampai kawan mengalami Badan hidup terasa mati Apalagi penjara jaman perang Masih gemuk namun tinggal tulang Karena kerja secara paksa Tua muda turun ke sawah

Undangan palsu

Kalau saja aku tau Salamah itu namamu Tak mungkin aku hadiri pesta perkawinan ini Engkau kirimkan surat undangan Kau tulis nama palsu belaka Semula aku tiada percaya Dirimu tega khianat cinta ** Kado yang kubawa ini tak kuasa aku berikan Karena aku kecewa engkau binasakan cinta *** REFF Mengapa tega kau mengundangku Ataukah sengaja menyakitiku Sungguh hatimu tiada peduli Kau anggap diriku tak punya hati Sejuta sesal dalam hatiku mengenal nama dan cinta palsu